Pernikahan merupakan salah satu impian setiap insan. Membangun keluarga, mendidik anak-anak bersama, hingga menghabiskan masa tua berdua merupakan segelintir gambaran yang ingin dialami oleh setiap pasangan yang sedang dimadu asmara.

Harapan setiap pasangan adalah menikah sekali untuk selamanya. Berharap bahwa orang yang selama ini menemani hari-hari dan mengisi relung hati adalah pasangan jiwa yang kelak bersedia menyerahkan waktunya untuk belajar bersama membangun kerajaan yang disebut keluarga. Atas impian ini, maka tidak heran jika beberapa pasangan memutuskan untuk mengabadikan momen pernikahan mereka dalam sebuah rangkaian acara pernikahan adat yang tak jarang kita ketahui memakan waktu cukup lama dan biaya yang relatif besar.

Tahukah kamu, tradisi pernikahan yang berasal dari suku asli di Indonesia memiliki suatu kekhasan dan hal yang unik serta tidak bisa kamu temukan di luar negeri? Ya, Indonesia memang kaya akan kebudayaan dan salah satunya adalah tradisi pernikahan unik di beberapa wilayah di Indonesia berikut ini.

#1 Upacara Sawer Panganten dari Sunda

Sawer dalam Bahasa Sunda berarti tempat jatuhnya air dari ujung genting bagian bawah. Upacara ini dimulai dengan menyanyikan sebuah puisi yang memiliki nilai rohani guna mendidik kedua mempelai. Lantas, kedua pengantin akan menerima bokor yang terdiri dari beras, uang receh, kembang gula atau permen, serta kunyit. Eits, setiap komponen ini memiliki arti lho.

Unik! Tradisi Pernikahan Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Indonesia!

Bokor pada Sawer Panganten – Sumber: pleisbilongtumi.wordpress.com

Beras melambangkan kemakmuran serta doa yang dialamatkan pada mempelai agar mendapatkan hidup makmur. Uang receh adalah lambang harapan yang bisa dicapai oleh pengantin dengan berbagi bersama fakir miskin, sementara kembang gula melambangkan arti kehidupan yang manis serta kunyit yang merupakan lambang kejayaan. Apakah ini hanya sekadar ritual budaya? Tentu saja tidak! Sawer memiliki makna penyampaian nasihat kedua orangtua mempelai. Upacara ini juga melambangkan cinta dan kasih sayang kedua orangtua yang tidak ada habisnya.

#2 Upacara Merarik di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Ada lagi upacara pernikahan adat dari Indonesia yang terbilang cukup unik, yaitu ritual Merarik yang dilakukan oleh Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keunikan tradisi pernikahan ini adalah pihak mempelai laki-laki akan menculik mempelai perempuan selama satu hingga tiga hari yang kemudian akan ada utusan dari pihak laki-laki yang mengabarkan kepada keluarga mempelai perempuan bahwa anak gadis mereka telah dilarikan untuk dinikahi sang penculik tersebut. Jangan khawatir, Merarik sendiri dilakukan sesungguhnya dengan kesepakatan kedua belah pihak.

#3 Ritual Midodareni yang Dilakukan di Jawa

Unik! Tradisi Pernikahan Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Indonesia!

Midodareni – Sumber: wedding-mu.blogspot.com

Di Jawa, ada juga tradisi pra pernikahan yang sampai saat ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat setempat, yaitu tradisi Malam Midodareni. Tradisi ini dilakukan tepat pada malam sebelum pernikahan. Midodareni ini muncul pada saat masyarakat Jawa masih sangat memercayai adanya Dewa dan Bidadari yang akan melindungi serta mengabulkan apa yang diminta. Dalam ritual ini, pengantin perempuan harus berada di kamar pengantin bersama dengan beberapa barang seperti sepasang kembang mayang, priuk yang diisi dengan berbagai rempah, sepasang kendi yang berisikan air suci, parutan kencur, jeruk purut, laos serta minyak wangi, dan potongan daun pandan. Yang mungkin terdengar agak menyiksa adalah pada ritual ini pengantin perempuan tidak diperkenankan tidur. Semua benda yang sudah disiapkan tersebut diletakkan di bawah tempat tidur.

#4 Mutus Kato dan Berasan dari Palembang

Tradisi pernikahan unik selanjutnya berasal dari Palembang yang dikenal dengan sebutan Mutus Karo dan Berasan. Ini adalah bagian dari ritual upacara adat di Palembang. Mutus Karo dan Berasan merupakan saat pertama keluarga dari calon mempelai pria mendatangi rumah calon mempelai wanita yang bertujuan untuk bermusyawarah menentukan hari serta tanggal pernikahan mempelai. Pihak yang datang merupakan keluarga dekat calon mempelai serta sembilan orang wanita yang membawa tenong.

Utusan yang diwakilkan oleh juru bicara menyampaikan pantun yang selanjutnya masuk ke dalam upacara pengikatan tali keluarga. Pada ritual ini, para utusan mengambil setumpuk tembakau dari konde dan dibagikan kepada para utusan serta keluarga. Nantinya, kedua belah pihak keluarga akan mengunyah sirih dan tembakau. Hal ini melambangkan kesediaan kedua belah keluarga yang mengikat diri menjadi satu keluarga karena pernikahan putra dan putri mereka.

#5 Tradisi Peusijuek dari NAD

Mari kita beralih ke Nanggroe Aceh Darussalam, tempat tradisi pernikahan unik selanjutnya yang juga merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia. Di Aceh, kita bisa menemukan tradisi yang disebut dengan Peusijuek. Meskipun namanya terdengar seperti istilah dalam Bahasa Belanda, Peusijuek merupakan kebudayaan asli Indonesia yang hingga saat ini masih dipraktikkan. Tradisi ini bahkan dilakukan hampir semua kegiatan adat kehidupan masyarakat di sana. Akan tetapi, karena prosesinya yang cukup lama, masyarakat modern yang tinggal di Aceh hanya menggunakan kebudayaan ini pada acara tertentu saja seperti pada prosesi pernikahan. Tradisi ini sebenarnya difungsikan memang untuk memohonkan keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan di dalam kehidupan. Namun fungsi ini pun masih terbagi lagi dalam beberapa jenis seperti Peusijuek meulangga (ketika terjadi perselisihan), Peusijuek pade bijeh (ketika mulai menanam padi), Peusijuek tempat tinggai (saat akan menghuni rumah baru), Peusijuek pernikahan, dan lain-lain. Untuk Peusijuek pernikahan sendiri, tradisi ini melambangkan pemberian restu orangtua kepada mempelai laki-laki yang dilakukan dengan cara memercikkan tiga jenis air yang berasal dari daun seunikeuk, sambo, akar naleung, maneekmano, pulut, dan juga ongaca.

Meskipun banyak pasangan modern yang menggunakan budaya menikah ala barat, tidak jarang pasangan yang ingin menjunjung tinggi budaya Indonesia termasuk dengan mengikuti ritual menikah menggunakan adat setempat. Tidak ada yang salah dengan pilihan gaya pernikahan yang akan kamu implementasikan, tapi tidak ada salahnya juga kan menggunakan ritual asli dari Indonesia sesuai dengan suku dan adat yang berlaku?

No more articles