Beberapa Hal yang Penting Kamu Ketahui Tentang Google Doodle

Sudah bukan rahasia lagi kalau Google selalu tampil mengesankan dengan cara yang sederhana. Di balik tampilan apa adanya setiap kali kita membuka browser, Google mempersembahkan informasi masif yang kita butuhkan. Tanpa perlu menonjolkan kesempurnaannya, kita sudah tahu bahwa inovasi Larry Page dan Sergey Brin ini merupakan mesin pencari raksasa yang paling bisa kita andalkan.

Tidak hanya berhasil mengesankan kita dengan kemampuan menyediakan informasi yang lengkap dalam jumlah masif dan waktu yang singkat, Google juga berhasil mengesankan kita dengan cara yang cukup unik. Salah satu bentuk perhatian Google pada para pengguna internet di berbagai belahan dunia adalah dengan memunculkan Google Doodle yang berbeda setiap kali terdapat peringatan peristiwa yang berbeda pula. Desain inilah yang kerap menjadi perbincangan di antara pengguna internet dan tak jarang, baik desain Google Doodle itu sendiri maupun pesan yang terkandung di dalamnya, langsung menjadi topik artikel yang banyak diulas pengguna internet pada hari itu juga. Tapi tunggu dulu… Apa sih Google Doodle itu?

Google Doodle merupakan sebuah tampilan di halaman awal Google yang menunjukkan sebuah peringatan atas peristiwa tertentu di tanggal tersebut. Peristiwanya mungkin terjadi beberapa tahun lalu dan merupakan salah satu momen yang berkesan sepanjang abad kehidupan manusia dan sosial. Munculnya Google Doodle ini terkadang bersifat kejutan dan spontan yang secara khusus dibuat oleh Google serta digunakan sebagai logo dalam satu hari tersebut untuk merayakan peristiwa tertentu. Sebut saja Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kelahiran atau kematian sosok terkenal dan berpengaruh di dunia, atau hari lahir bagi Google itu sendiri.

Awal mula terciptanya Google Doodle pun cukup unik dan bukan merupakan hal yang memang direncanakan atau dipersiapkan secara khusus untuk dikenalkan pada pengguna internet dan jasa Google sendiri. Larry Page dan Sergey Brin sekadar ‘bermain’ dengan logo Google di tahun 1998 dengan tujuan menunjukan kehadiran mereka dalam ajang festival Burning Man yang diadakan di Gurun Nevada. Google Doodle pertama yang mereka ciptakan masih sangat sederhana dengan gambar tongkat yang diletakkan di belakang huruf O pada logo Google. Logo tersebut dibuat dengan tujuan sebagai pesan yang lucu untuk para pengguna internet yang menginformasikan bahwa pendirinya sedang tidak berada di kantor alias sedang berlibur.

Tahu Lebih Dalam Tentang Google Doodle

Dennis Hwang – Sumber: satujam.com

Dua tahun setelah logo modifikasi tersebut muncul di jaringan internet dunia, Larry dan Sergey mencoba menanyakan webmaster mereka, Dennis Hwang, untuk membuatkan Doodle dengan tujuan merayakan Hari Bastille. Merasa sangat puas dengan pekerjaannya, Dennis diangkat sebagai kepala Google Doodle dan di titik inilah corat-coret menjadi hal wajar yang kerap muncul di halaman Google sebagai peringatan hari liburan. Tak disangka, permintaan terhadap corat-coret ini meningkat cukup signifikan untuk wilayah Amerika Serikat bahkan dunia internasional. Corat-coret inilah yang sekarang kita kenal dengan sebutan Google Doodle.

Sudah lebih dari 1000 macam Google Doodle yang tampil pada homepage Google di seluruh dunia untuk menunjukkan pada kita mengenai peringatan atas peristiwa tertentu. Cara yang cukup unik dari Google untuk mengingatkan (sekaligus memberi informasi baru) kepada para pengguna internet mengenai peristiwa penting pada tanggal tersebut. Munculnya Google Doodle menimbulkan rasa keingintahuan yang lebih besar sebab daya tarik utamanya merupakan desain corat-coret itu sendiri. Tak heran bila akhirnya Doodle pun harus memiliki tim ilustrasi sendiri (yang dikenal dengan sebutan Doodlers) untuk bertanggung jawab atas inovasi unik dari Google.

Meskipun pekerjaannya hanya sekadar corat-coret, bukan berarti tim ilustrator bebas menentukan peristiwa yang akan diangkat sebagai tema Doodler yang membuatkan desain untuk ditampilkan. Sekelompok Doogler ini akan mengadakan pertemuan rutin yang membahas mengenai tema Doodle yang akan dibuat. Mereka saling bertukar pikiran, bukan hanya bekerja berdasarkan keinginan pribadi. Setelah mencapai keputusan bersama mengenai peristiwa apa yang akan dijadikan tema Doodle, barulah peristiwa tersebut dituangkan dalam bentuk desain corat-coret yang menarik. Uniknya, ide untuk corat-coret ini bahkan tidak hanya berasal dari tim ilustrator saja namun dari berbagai sumber yang tak menutup kemungkinan meminta partisipasi dari pengguna Google itu sendiri. Seleksi Doodle ini memiliki tujuan untuk merayakan sebuah acara yang memang menarik atau sebuah peringatan yang merupakan refleksi kepribadian Google yang inovatif.

Apakah ide Google Doodle hanya terbatas pada beberapa orang atau pengguna Google yang beruntung saja? Tentu tidak. Ketahuilah bahwa Tim Doodle memiliki keterbukaan terhadap ide dari berbagai sumber termasuk para pengguna Google. Pengguna Google bisa mengajukan ide dalam bentuk proposal yang dikirimkan ke alamat email proposals@google.com dan bisa dipertimbangkan sebagai ide Doodle berikutnya. Jangan salah, ratusan ide diterima setiap harinya. Akan tetapi, karena hanya satu tema atau ide yang bisa menjadi ide Doodle berikutnya, tim harus melakukan seleksi cukup ketat pada semua ide yang masuk. Tim desain dan ilustrator dari Google Doodler ini dipimpin oleh Dennis Hwang dan dibantu oleh beberapa orang hebat lainnya seperti Michael Lopez, Jennifer Hom, Ryan Germick, serta Susie Sahim.

Tahu Lebih Dalam Tentang Google Doodle

Murid Eastern High School merepresentasikan DC dalam Kontes Doodle 4 Google – Sumber: fox5dc.com

Google sadar bahwa pengguna layanan mereka tidak hanya orang yang sekadar membutuhkan informasi, produk yang ditawarkannya. Tak jarang pengguna Google merupakan orang-orang yang membutuhkan tempat untuk mengaktualisasikan dirinya, untuk menunjukkan pada dunia bahwa mereka memiliki kemampuan. Sehubungan dengan hal tersebut, Google mengadakan kompetisi desain Google Doodle yang ditawarkan dengan hadiah cukup fantastis (menyentuh angka ratusan juta rupiah) dan menjadi agenda tahunan Google. Sayangnya, kompetisi ini hanya boleh diikuti oleh anak-anak yang masih sekolah dan berusia antara 4 hingga 12 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu