Masih hangat dalam ingatan kita kasus demo besar-besaran yang dilakukan oleh para supir taksi reguler mengenai persaingan tak sehat dengan taksi online yang dianggap merebut konsumen, pelanggan, dan pangsa pasar angkutan umum berlisensi. Ribuan supir taksi melakukan aksi protes terkait dengan regulasi yang dianggap tidak memihak pada pekerja angkutan umum. Taksi online dianggap tidak mematuhi aturan main yang berlaku dan berhasil ‘menyerap’ konsumen taksi reguler hingga pendapatan supir taksi reguler ini turun drastis. Mereka juga mengeluhkan kewajiban uang yang harus disetor kepada perusahaan membuat para supir taksi menjadi tidak mampu menafkahi keluarga. Aksi demo ini pun semakin ricuh dengan adegan penyerangan terhadap sejumlah pekerja angkutan umum berbasis online yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka cukup serius.

Di tengah ricuhnya suasana saat itu, hadirlah sosok wanita yang berhasil mendapat perhatian media. Dengan gaya yang nyentrik – balutan gaun panjang dengan selendang bertuliskan Presiden Perdamaian, kacamata hitam, topi, dan tangan yang dihiasi cincin batu akik – wanita tersebut dengan tenang mencoba menjadi penengah dan penenang massa yang dikuasai emosi diri. Ternyata, kehadirannya tak hanya berhasil diliput pada saat demo supir taksi tempo hari. Pada tahun 2012, ia sempat muncul dalam aksi demo penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar. Lalu di tahun 2014, sosok wanita ini berhasil ditangkap kamera sedang berada di tengah kericuhan demo sidang perdana gugatan Pemilihan Presiden di depan Gedung Mahkamah Konstitusi. Tahun 2015, ia juga tertangkap kamera berada di tengah demonstrasi setahun masa pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Siapa sesungguhnya wanita ini?

Namanya Herawaty Rinto Paeran

Sosok Presiden Perdamaian, Perempuan yang Selalu Muncul dalam Aksi Demo

Rr Herawaty Rinto Paeran – Sumber: merahputih.com

Ia diketahui anak seorang veteran perang mantan anggota Tentara Pelajar. Semangatnya menjadi Presiden Perdamaian datang dari inspirasi yang ia dengarkan setiap sebelum tidur melalui saluran radio dengan penyiar bernama Imam Prasudjo. Hal tersebut diimpikannya hingga ia mengikuti Forum Indonesia Damai dan mulai melakukan aksi untuk menegakkan perdamaian di tahun 2000 yang mana saat itu sempat terjadi serangan bom Natal.

Uniknya, gelar Presiden Perdamaian tersebut diakui Herawaty sebagai sebuah ‘mandat’ dari Tuhan bahwa kedamaian harus ditegakkan di dunia ini. Maka ia selalu berusaha untuk menjaga aksi demo agar tidak melenceng menjadi aksi protes anarkis. Informasi yang didapatkannya pun beredar dari cerita para pelajar, polisi, hingga media yang berada di sekitarnya. Di tahun 2004, ia mengikuti konferensi yang digelar oleh Universal Peace Federation (UPF) – sebuah organisasi perdamaian di bawah naungan PBB. 2 tahun setelah bergabung, ia dipercaya menerima dan melaksanakan kewajibannya sebagai Duta Perdamaian dari UPF.

Semangat Menebar Kedamaian untuk Dunia

Rr Herawaty Rinto Paeran atau yang lebih akrab disapa Herawaty ini diketahui memiliki gelar insinyur dan kesehariannya diisi dengan bekerja sebagai seorang kontraktor. Meski begitu, ia kerap menjadi dosen tamu dan pemberi materi mengenai perdamaian di sejumlah universitas di Indonesia. Keinginan untuk membangun rasa damai yang kuat jua dibuktikan dengan kesediaannya menjadikan tempat tinggalnya sendiri sebagai Posko Perdamaian. Herawaty bahkan diketahui memiliki sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Perdamaian Universal dengan dirinya sebagai kepala yayasan. Ia mengungkapkan bahwa perdamaian di dunia harus ditegakkan dan ia bertekad untuk terus menyerukan pesan tersebut di mana saja. Aktivitas terkait kampanye perdamaian lainnya yang pernah ia lakukan adalah pada acara PEA-CE ROAD 2015 dengan partisipan sebanyak lebih dari 200 orang.

Narsis, Tapi Misterius!

Herawaty muncul ketika aksi demo besar-besaran untuk mencoba menenangkan massa. Potret dirinya berhasil diabadikan wartawan dan fotografer di sekitar wilayah demo. Namun, wanita ini tidak banyak diketahui oleh publik dan sangat jarang media memberitakan hal tentang dirinya meski kemunculannya dalam situasi genting dengan penampilannya yang nyentrik selalu berhasil tertangkap kamera.

Herawaty Rinto Paeran Presiden Perdamaian

Herawaty Rinto Paeran Presiden Perdamaian – Sumber: Youtube.com

Mengenai Yayasan Perdamaian Universal, sulit untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai aktivitas dan kegiatan rutin dari yayasan yang dikepalai Herawaty ini. Berita terakhir yang didapat adalah YPU menjadi elemen pendukung dalam acara PEACE ROAD 2015 – sebuah acara kampanye perdamaian yang diselenggarakan oleh Universal Peace Federation.

Sihir Ajaib Herawaty dalam Menenangkan Partisipan Demo

Ada yang unik dari setiap kehadirannya di tengah massa yang mengamuk dalam demo. Ia selalu berhasil membuat partisipan demo menjadi lebih tenang setelah dirinya hadir di tengah luapan emosi pendemo sehingga demonstrasi yang diprediksikan akan menjadi ricuh dan kacau bisa berubah menjadi lebih tenang dan tentram. Entah bagaimana cara yang digunakan Herawaty dalam menenangkan dan mempengaruhi demonstran untuk tidak terjebak pada emosi sesaat mereka namun sosok Presiden Perdamaian ini cukup menginspirasi. Kita perlu lebih banyak lagi agen perdamaian di Indonesia terlebih karena aksi demonstrasi di negeri ini tak jarang diwarnai pengerusakan terhadap properti negara dan fasilitas umum hingga tumpahan darah dari para pihak yang memiliki kepentingan berlawanan.

Agen maupun Presiden Perdamaian dibutuhkan di sini untuk turut membantu demonstran mengungkapkan kekesalan dan kekecewaan kepada pihak yang bertanggung jawab tanpa melibatkan emosi ketika respon atas demonstrasi yang mereka lakukan tak sesuai harapan. Pejuang perdamaian ini juga bisa dilibatkan dalam proses negoisasi untuk sama-sama memberikan hasil terbaik bagi dua pihak yang bersitegang tanpa harus mengorbankan kepentingan dan keuntungan salah satu pihak. Kita membutuhkan lebih banyak lagi agen perdamaian seperti Herawaty untuk mempertahankan ketenangan dan ketentraman di negeri hukum Indonesia. Semoga lebih banyak orang yang terinspirasi untuk turut memperjuangkan perdamaian di Indonesia sama seperti yang dilakukan oleh Herawaty.

No more articles