Kamu tertarik ingin mempelajari kebudayaan asli Indonesia, khususnya budaya Betawi? Kamu bisa mengunjungi salah satu kampung di wilayah Jakarta yang dikenal masih memiliki dan mempertahankan budaya asli. Setu Babakan atau yang sering disebut juga dengan Danau Babakan merupakan perkampungan yang berada di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan, Indonesia. Letaknya berada di dekat Depok, Jawa Barat. Area ini memang diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya Jakarta, alias budaya asli Betawi.

Danau yang ada pada wilayah ini merupakan danau buatan yang dibuat pada luas area sekitar 30 hektar dengan kedalaman sekitar 1-5 meter. Air yang ada pada Danau Babakan berasal dari aliran Sungai Ciliwung. Saat ini, Kampung Setu Babakan digunakan sebagai tempat wisata alternatif untuk warga sekitar maupun para pengunjung dari berbagai daerah. Biasanya danau ini digunakan sebagai tempat rekreasi seperti bersepeda mengelilingi tepian danau, sepeda air, hingga memancing. Yang pasti bukan memancing keributan, ya.

Selain danau, di kampung ini juga terdapat beragam tanaman dan pohon buah-buahan seperti palem, mangga, melinjo, jambu, rambutan, pkamun, jamblang, kecapi, krendang, nangka cimpedak, guni, jengkol, dan nam-nam. Sedangkan wisata budaya yang disajikan meliputi rumah-rumah khas Betawi yang dibagi menjadi tiga macam, yaitu Rumah Betawi Gudang atau Kkamung, Rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan Rumah Joglo yang hampir mirip dengan Rumah Joglo khas Yogyakarta.

Setu Babakan

Ada juga berbagai kesenian khas Betawi berupa Tari Topeng, Lenong, Marawis, Tanjidor, Tari Lenggang Nyai, Gambang Kromong, dan Tari Narojeng. Sedangkan upacara adat yang sering diadakan di Kampung Setu Babakan antara lain Pindah Rumah, Penganten Sunat, Nujuh Bulan, dan Khatam Qur’an. Masyarakat di sekitar perkampungan juga menjual beragam kuliner khas Betawi seperti Toge Goreng, Kerak Telor, Rujak Bebek, Arum Manis, Es Potong, Soto Betawi, Bir Pletok, Es Duren, Nasi Ulam, Nasi Uduk, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain berguna untuk tempat pelestarian budaya Betawi maupun penampung air resapan di wilayah selatan Jakarta, Kampung Setu Babakan juga dipakai sebagai tempat alternatif rekreasi atau wisata di selatan Jakarta. Mayoritas penduduk yang ada di Kampung Setu Babakan ialah masyarakat asli Betawi yang telah turun-temurun tinggal di sana. Sedangkan sisanya merupakan para pendatang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan daerah lainnya di Indonesia. Ada sekitar 3.000 kepala keluarga di tempat ini.

Kawasan Setu Babakan ini merupakan salah satu kawasan Cagar Budaya Betawi yang diresmikan pada tahun 2004 bersamaan dengan peringatan HUT DKI Jakarta ke-474. Sebenarnya, penetapan Kampung Setu Babakan sebagai salah satu kawasan Cagar Budaya Betawi sudah direncanakan sejak tahun 1996. Kemudian pada tahun 2000, melalui SK Gubernur No. 9 Tahun 2000 dipilihlah kampung ini sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi.

Hingga saat ini, Kampung Setu Babakan ditetapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta sebagai tempat pelestarian serta pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Seperti yang kita ketahui, kebudayaan Indonesia – misalnya budaya Betawi, semakin ditinggalkan oleh generasi penerus bangsa. Munculnya arus globalisasi membuat kebudayaan asli Indonesia semakin tergerus. Menyikapi hal ini, Pemda DKI Jakarta berharap dengan adanya kampung ini, budaya Betawi akan terus dilestarikan oleh masyarakat. Salah satu program yang dibuat ialah perbaikan pada sarana serta prasana yang ada untuk mengakomodasi kebutuhan ruang terbuka hijau maupun area khusus resapan air di sana. Setu Babakan didukung penuh oleh Pemda DKI.

Kampung Setu Babakan memang memiliki keistimewaan pada nuansa serta budayanya yang masih kuat dan murni. Kemudian lingkungan alamnya juga masih terjaga secara baik. Para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini akan disuguhkan pemandangan berupa pepohonan yang masih rindang, tenang, dan sejuk. Sangat berbeda jauh dengan suasana Jakarta pada umumnya yang terkenal padat dan macet.

Di sekitar Kampung Setu Babakan juga disediakan beberapa fasilitas umum seperti panggung pertunjukan seni, tempat ibadah, teater terbuka, tempat bermain anak-anak, wisma, galeri, kantor pengelola, dan toko-toko yang menjual souvenir. Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan beberapa fotografer keliling yang menyediakan jasa pemotretan dengan menggunakan pakaian adat khas Betawi. Pengunjung dapat berfoto di beberapa lokasi pemotretan sesuai dengan keinginan.

Untuk menuju Kampung Setu Babakan, kamu bisa menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Aksesnya cukup mudah dijangkau. Dari terminal Pasar Minggu, kamu bisa menggunakan Bus Kopaja No. 616 dengan jurusan Blok M menuju Cimpedak. Setelah itu, kamu bisa turun di depan pintu gerbang Kampung Setu Babakan. Jika dari Terminal Depok, kamu bisa menggunakan Metromini 616 dengan jurusan Blok M – Pasar Minggu – Cimpedak atau memakai angkutan umur bernomor 128. Kemudian turun di depan pintu gerbang Kampung Setu Babakan. Alternatif lainnya, kamu bisa menggunakan jasa taksi maupun ojek pangkalan. Apabila memakai kendaraan pribadi seperti motor atau mobil, maka kamu diwajibkan untuk memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. Kemudian bisa berjalan kaki atau memakai sepeda untuk mengelilingi kampung Setu Babakan.

Berwisata di Kampung Setu Babakan tidak akan dipungut biaya tiket masuk. Namun pengunjung tetap akan dikenakan biaya parkir kendaraan. Kisaran biaya parkir sekitar Rp. 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp. 5.000 untuk kendaraan roda empat. Sedangkan bagi wisatawan yang menggunakan sepeda di sekitar wilayah Setu Babakan tidak akan dipungut biaya apa pun alias gratis. Nikmat gratisan mana yang kamu dustakan? Hehehe. Kampung Setu Babakan dapat dikunjungi sekitar pukul 06.00 hingga pukul 18.00 WIB pada hari Senin sampai Minggu. Bagaimana, tertarik memasukkan Kampung Setu Babakan di salah satu daftar liburanmu? Selain bisa menikmati pemandangan yang indah dan sejuk, kamu juga bisa belajar banyak mengenai budaya Betawi.

No more articles