Jogja, salah satu kota yang pernah kudatangi dan berhasil membuatku untuk pengen datang lagi dan lagi. Klise? Ya buat sebagian orang mungkin sekadar lip service, tapi sungguh itu yang terjadi. Nyatanya emang aku beberapa kali liburan ke Jogja, lalu muncul keinginan mengulangi momen liburan di kota itu sekali lagi, lagi, dan lagi. Kuliner Jogja adalah salah satu alasan utamanya!

Kesannya aku romantis, padahal aku cuma realistis. Kenapa sejatuh cinta itu? Yaaaa… Banyak sih alasannya. Selain karena alasan masuk akal seperti murah dan banyak hiburan, kota yang wani party tiap hari ini punya ritme yang lebih santai dari kota domisili sekarang. Sebuah atmosfer yang aku butuhkan untuk cooling down daripada tensi makin tinggi dari hari ke hari. Meskipun cuma tiga hari, lumayan lah daripada nggak sama sekali.

Kuliner Jogga yang banyak dicari – Sumber: Detik food

Rekomendasi liburan apa di Jogja? Ada banyak sih. Tapi sekarang aku lagi pengen share beberapa kuliner di Jogja yang cukup laris diserbu tamu-tamu luar kota (termasuk aku!). Nggak cuma demi konten instagram, soal rasa emang nggak salah kalau dibilang bikin ngidam. Daripada cuma berpantun, udah lah langsung check it out aja sama list di bawah ini!

Ayam Geprek di kawasan Papringan

Pecinta ayam harap merapat di kawasan Papringan karena disini banyak banget penjual menu ayam geprek yang nikmatnya bikin kecanduan! Kawasan Papringan ini memang dikenal salah satu destinasi kuliner ayam geprek yang rasanya yahud.

Ada beberapa penjual dengan nama berbeda-beda, mulai dari Ayam Geprek Bu Rum, Ayam Geprek Bu Nanik, sama Ayam Geprek Bu Made. Menurutku antara satu warung sama warung lainnya punya cita rasa sendiri yang khas jadi worth it dicoba satu-satu, ehehe. Yang bikin khas dari jajaran warung ayam geprek di sini adalah kuah tongseng nya yang menambah cita rasa dan kenikmatan tersendiri.

Ayam Geprek di kawasan Papringan (Warung Bu Rum) – Sumber: Instagram.com/yogya_istimewa

Mang Engking

Mau ngerasain makan di kastil? Coba deh datang ke Restoran Mang Engking yang ada di Soragan. Kuliner Jogja yang satu ini merupakan satu-satunya restoran yang punya bangunan kastil dan benar-benar bisa dipakai untuk makan, jadi bukan sekadar ‘pajangan’. Bangunan kastil ini emang nggak terlalu besar, tapi unik dan tetap saja jadi rekomendasi untuk didatangi kalau kamu lagi di Jogja.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata di Jogja Terbaik yang Wajib Banget Kamu Kunjungi!

Restoran Mang Engking sendiri dikenal sebagai salah satu restoran seafood terbaik di kota ini. Rasanya memang nendang, porsi mengenyangkan, tapi tentu saja ada rupa ada harga. Kalau dibilang mahal juga nggak sih, tapi aku bisa bilang antara tempat dan makanan di sini worth it banget.

Kopi Klotok

Sempat cukup hits di Jogja (kata teman yang asli kota ini). Rekomendasi banget untuk datang ke Warung Kopi Klotok, entah yang pusatnya di daerah Kaliurang maupun cabangnya yang ada di Seturan. Menu makanan yang dijual memang makanan tempo dulu, tapi soal rasa nendang banget dah.

Kenapa namanya Kopi Klotok? Ya karena menu Kopi Klotok itu sendiri yang juga dijagokan. Kopi Klotok ini sendiri adalah minuman kopi yang dimasak langsung dengan air saat memanaskannya. Kadang juga diberi tambahan rum jadi punya karakter rasa yang unik. 

Sate Klathak Pak Pong

Menu sate klathak juga jadi salah satu kuliner rekomendasi di Jogja. Sate Klathak adalah sate daging kambing yang menggunakan jeruji besi sebagai tusuk satenya – nggak seperti sate daging pada umumnya yang sekadar ditusuk dengan tusuk kayu. Tujuan penggunaan jeruji besi ini adalah sebagai penghantar panas yang baik sehingga daging jadi lebih cepat matang ketika dibakar.

Sate Klathak Pak Pong – SUmber: visitingjogja.com


Di daerah Imogiri, Pleret, Bantul, ada banyak sekali penjual sate klathak yang berjejeran menjajakan menu satu ini. Di antara banyaknya penjaja sate klathak, yang paling terkenal sih katanya ya Sate Klathak Pak Pong. Satu hal yang perlu kamu ketahui kalau niat sekali mau makan ini: sabar. Karena saking ramainya, kamu bisa saja menghabiskan waktu 1,5 jam untuk mengantri. Jadi ketika pesan sekaligus banyak menu dan porsi supaya tidak harus menunggu lebih lama kalau mau tambah.

Mie Ayam Grabyas

Apa yang kamu inginkan di tengah malam hari yang dingin di Jogja? Tentu saja makanan berkuah yang panas. Jadi, kamu nggak perlu menunda waktu kalau punya kesempatan nyamperin Mie Ayam Grabyas pas kamu ada di Jogja. Penuhi perutmu dengan kenikmatan daripada susah tidur karena kelaparan dicampur terlalu excited untuk jalan-jalan besok paginya.

Mie Ayam Grabyas ini ada di Jalan Malioboro, lokasi spesifiknya ada di seberang hotel Inna Garuda. Sebagai informasi, lapak ini baru buka mulai jam 23.00 sampai 04.00 WIB. Pengalaman yang berbeda berburu makanan tinggi kalori di malam hari? Nggak apa sih, kan nggak sering-sering juga.

Bakso dan Es Buah PK

Bakso adalah alternatif yang baik untuk menggantikan menu mie ayam kalau misalnya kamu merasa nggak mampu menunggu waktu untuk mengisi perut laparmu. Rekomendasiku sih Bakso dan Es Buah PK. Lokasinya ada dua, yaitu di Jalan Pakuningratan dan di Jalan Godean. Kelebihan dari bakso ini adalah adanya bakso goreng.

Kenapa jadi kelebihan? Di Jogja itu nggak mudah cari penjual bakso yang menyediakan opsi bakso goreng, apalagi kalau mau menuntut cita rasa gurih dan tak terlupakan dari bakso goreng. Tekstur lembut di luar dan renyah di dalam itu nggak bisa dianggap remeh ketika berpadu dengan hangatnya kuah gurih bakso tersebut. Biar makin mantap, pesan juga es buahnya yang terkenal segar tapi rasa manisnya nggak nyangkut di kerongkongan. Enak!

Il Tempo De Gelato

Waktu terakhir aku ke Jogja, cuaca di sana lagi cukup panas. Yang begini jadi kondisi tepat kalau mau menikmati es krim. Bukan sembarang es krim, di Jogja lagi ada tempat yang menjual es krim sekelas gelato yang bernama Il Tempo De Gelato.

Il Tempo De Gelato – Sumber: jogjaempatroda.com


Gerai pertamanya ada di Jalan Prawirotaman, tapi sekarang sudah buka cabang di Jalan Taman Siswa dan Jalan Kaliurang KM 5. Rasanya? Enak! Pilihan rasanya juga nggak sedikit, jadi bisa milih dan mix-and-match sesuai kesukaan. Harganya juga relatif terjangkau. Lokasi gerainya cukup untuk menampung banyak orang dan dekorasinya yang instagramable. Cocok untuk yang suka apa-apa serba update. Hahaha.

Baca Juga: Ice Cream Lovers, Ini Tempat Makan Es Krim di Jakarta Paling Hits!

Sego Pecel (SGPC) Bu Wiryo

Memang nggak semua orang suka makanan klasik khas Jogja, tapi aku pribadi nggak keberatan untuk kemari dan menikmati lagi. Rekomendasi makan enak dan paling sering dicari wisatawan pas ada di Jogja adalah Sego Pecel Bu Wiryo. Lokasinya ada di sekitaran utara Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan UGM.

Sesuai namanya, memang warung ini menjual menu Sego Pecel, yaitu nasi dengan sayur-sayuran seperti kangkung, bayam, tauge, juga kacang panjang yang disiram dengan kuah pecel. Lauk tambahan seperti telur dan bakwan juga disediakan kalau kamu merasa porsi standar itu nggak cukup mengenyangkan.

Jadah Tempe Mbah Carik

Salah satu lokasi wisata yang nggak pernah sepi di Jogja adalah daerah Kaliurang. Dataran tinggi satu ini punya keunggulan suasana desa yang tentram, suhu udara yang sejuk, pemandangan alam yang asri, dan tentunya ya kuliner. Di daerah Taman Kaliurang, ada beberapa penjaja makanan dan minuman khas yang mendukung suasana, seperti Sate Daging Kelinci dan Wedang Ronde.

Kalau kamu maunya cuma ngemil, coba deh beli Jadah Tempe Mbah Carik. Jadah sendiri merupakan makanan khas di Jogja yang terbuat dari beras ketan dicampur dengan santan, gula, dan bahan-bahan lainnya. Cita rasanya gurih, dipadukan dengan tempe bacem yang manis menjadikan perpaduan keduanya pas! Nagih!

Bakpia Kukus Tugu Jogja

Iya, ini bukan makanan berat seperti poin sebelumnya tapi recommended banget buat jadi cemilan atau buah tangan. Kalau bosan sama bakpia klasik, kamu boleh coba kuliner jogja tipe bakpia kekinian satu ini. Dari segi bentuk dan rasa emang beda dibandingkan bakpia yang dulu-dulu. Menurutku pribadi lebih mirip bolu kukus tapi tetep unik.

Bakpia Kukus Tugu Jogja – Sumber: bakpiakukustugu.co.id


Pilihan rasanya ada coklat, keju, dan kacang hijau. Harganya juga nggak mahal sih, kalau nggak salah sekitar Rp35 ribu per kotak (isi 10 bungkus). Selain rasanya yang baru dan enak, secara kemasan bakpia ini layak untuk dijadikan oleh-oleh. Kalau nggak mau bakpia, di sini juga jual variasi lainnya. Banyak pilihan jadi kamu bisa menyesuaikan. Sedap!

Beberapa poin di atas cuma segelintir dari tempat-tempat favoritku yang aku tau dari pengalamanku ke Jogja tahun lalu. Tapi, berhubung aku belum ke Jogja lagi, aku belum update tempat kuliner terbaru yang menurutku worth it untuk dijabanin. Versiku mungkin berbeda banget dari yang lain ya, tapi ini ulasan pribadi sih jadi ini sekaligus ungkapan hati sendiri. Hmm ini akan jadi alasan kuat untuk balik ke Jogja dalam waktu dekat. Tunggu tanggal mainnya dan sampai ketemu di artikel selanjutnya!

No more articles