Kalau kamu termasuk pecinta film Marvel, kamu pasti tidak asing dengan Jarvis, teknologi buatan Iron Man serta sederet teknologi lainnya yang diterapkan di rumah milyarder Tony Stark. Robot yang bisa diajak ngobrol hingga menghidupkan hal virtual dalam dunia nyata adalah secuil terknologi hasil kecerdasan si jenius Stark. Tahukah kamu, salah satu teknologi canggih yang selama ini hanya bisa kita lihat di film dengan sentuhan animasi yang tinggi sekarang sudah bisa dicicipi dalam dunia nyata?

Bersamaan dengan pengenalan Windows 10 yang diketahui merupakan strategi perbaikan terhadap ‘kegagalan’ pada Windows 8, Januari 2015 di Renmond, Washington, Microsoft memperkenalkan gadget terbarunya yang diberi nama HoloLens, sebuah headgear canggih yang berhasil memukau dengan kemampuannya mengubah obyek riil menjadi sebuah lingkungan virtual yang interaktif. Secara fisik, HoloLens lebih menyerupai Google Glass dalam volume yang lebih besar. Ukuran fisiknya ini dipengaruhi oleh penyusunan sejumlah komponen yang mampu menghasilkan berbagai efek.

Perkenalkan Teknologi Pertama Microsoft: HoloLens

HoloLens: Headgear Microsoft yang Merangkum Fungsi Beberapa Gadget
Proyeksi Teknologi 3 Dimensi – Via YouTube.com

HoloLens dikenal sebagai teknologi pertama keluaran Microsoft yang secara fisik memang menyerupai Google Glass namun diproduksi untuk tujuan berbeda. Device ini lebih menuju pada penggunaan teknologi komputasi visual dan sebagai perangkat input-output komputer. Selain menyerupai kacamata pintar keluaran Google, HoloLens juga kerap disangka sebagai perangkat headset virtual reality Oculus Rift. Perangkat lunak yang digunakan oleh Microsoft dalam produk mereka ini adalah HoloStudio yang sudah memiliki spesifikasi CPU dan GPU holografik.

HoloLens tanpa hanya berhasil memukau pecinta teknologi dengan kemampuannya merealisasikan lingkungan virtual namun juga menghadirkan konten audio yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan penggunanya, fitur yang inovatif! Ketika kamu menggunakannya, hanya kamulah yang bisa melihat hasil gambar 3D yang diproyeksikan. Well, orang mungkin akan melihatmu menggunakan kacamata fungky. Tidak, kamu tidak sedang diajak untuk berada di dunia berbeda, sama seperti ketika kamu menggunakan Oculus Rift, kamu akan melihat dunia nyata secara lebih seru karena berbagai menu yang biasa kamu lihat di perangkat bisa diproyeksikan dengan menyesuaikan lingkungan di sekitarmu, misal berupa tembok, meja, hingga kulkas!

Keunikan dan Keunggulan HoloLens Terletak pada Komponen dan Cara Kerjanya

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, HoloLens membuat lingkungan sekitar lebih kaya sebab munculnya gambar digital yang fleksibel dengan lingkungan sekitarmu. Baik berupa dinding kosong, meja, kulkas, dan barang-barang maupun lingkungan lainnya. Bukan hanya refleksi dua dimensi saja yang bisa diproyeksikan, HoloLens juga mampu memproyeksikan bentuk tiga dimensi hingga memperbolehkan penggunanya berinteraksi secara langsung dengan benda virtual yang dihasilkan HoloLens. Menyentuh, membuat perubahan, menggeser dan mengubah sudut pandang, semuanya mungkin kamu lakukan karena HoloLens sendiri diketahui menyediakan kemampuan hand gesture.

Cara yang digunakan HoloLens untuk memproyeksikan semua efek sehingga terkesan nyata itu pun cukup revolusioner sebab ia menyorotkan cahaya ke mata tanpa menyebabkan mata pengguna menjadi silau dan tidak nyaman. Cahaya tersebut dihasilkan oleh perangkat dalam gadget. Ini artinya, HoloLens tidak membutuhkan bantuan kabel dan ponsel pintar ketika digunakan.

https://www.youtube.com/watch?v=aThCr0PsyuA

Apalagi yang keren? Salah satunya terlihat dari demo yang dilakukan oleh Microsoft mengenai kemampuan produk ini dalam melakukan komunikasi dan interaksi jarak jauh. Pada video komersialnya, terlihat seorang gadis berkomunikasi dengan sang ayah menggunakan HoloLens untuk meminta bantuan memasang pipa wastafel. Percakapan itu melalui fasilitas video call Skype. Sang ayah bisa melihat apa yang dilakukan oleh putrinya selama ia berusaha memperbaiki pipa bahkan memberikan coretan melalui tablet untuk menunjukkan pada putrinya cara memasang dengan benar. Benar-benar produk yang revolusioner dan menjawab kebutuhan komunikasi kita secara lebih riil!

HoloLens: Headgear Microsoft yang Merangkum Fungsi Beberapa Gadget
Skype dengan HoloLens, sungguh kekinian – Via innovative.life

Tidak hanya itu, pada video yang sama kita juga diperlihatkan bagaimana seseorang bisa mendesain sebuah motor secara lebih menarik karena proyeksi 3 dimensi yang membolehkan penggunanya mendapatkan rancangan bentuk jadi dari produk yang didesainnya. Wanita yang menggunakan HoloLens itu bahkan bisa berinteraksi langsung dengan efek tersebut sehingga ia bisa mendesain bagian tangki bensin motor agar sesuai dengan yang diinginkannya. Keren sekali!

HoloLens: Headgear Microsoft yang Merangkum Fungsi Beberapa Gadget
Merancang Motor dengan HoloLens – Via YouTube.com

Otak di balik kecerdasan perangkat ini adalah sistem operasi Windows 10 yang diluncurkan bersamaan dengan HoloLens. Sistem operasi ini dikenal mampu berjalan pada berbagai perangkat mulai dari Personal Computer, smartphone, tablet, hingga HoloLens sendiri. Sistem operasi ini memperbolehkan HoloLens menampilkan aplikasi universal khusus termasuk Skype. Bisa dikatakan ketika kamu menggunakan HoloLens kamu sudah menggantikan beberapa perangkat komunikasimu seperti smartphone, tablet, dan PC menjadi satu perangkat saja.

Kapan HoloLens landing di Indonesia?

Ketika ditanya mengenai kapan produk ini hadir di Indonesia, Director Developer Experience & Evangelism Group Microsoft Indonesia, Anthonius Henricus mengatakan bahwa HoloLens belum akan disediakan di Indonesia. Produk ini baru disediakan khusus untuk para developer di Amerika Serikat, belum ditujukan untuk konsumen. Microsoft diketahui menjalin kerja sama dengan NASA dalam pemanfaatan HoloLens untuk bisa membantu aktivitas pesawat robotik di Planet Mars supaya kelak terhubung dengan manusia guna meningkatkan penelitian antariksa. Untuk urusan adopsi di Indonesia, perangkat yang bahkan sudah digunakan oleh para astronaut dalam menjalankan misi di antariksa yang dikenal tidak mudah itu harus menunggu teknologinya sebelum bisa diterapkan pada level konsumen secara umum baru bisa diadopsi di Indonesia.

Penetrasi produk baru ke pasar bukan sebuah hal mudah sekalipun dilakukan oleh perusahaan sekelas Microsoft. Jadi, buat kamu yang sudah tidak sabar mengharap kehadiran HoloLens di Indonesia harus bersabar dulu hingga Microsoft mengambil keputusan untuk melepaskan HoloLens di pasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here