Smartphone kini merupakan sebuah barang kebutuhan pokok. Bagaimana tidak, fungsi smartphone yang serba bisa membuat kita hampir selalu mengandalkannya. Maka tak heran jika sesungguhnya asisten pribadi kita sebenarnya bukan lagi manusia tetapi smartphone yang notabene hasil karya manusia itu sendiri. Lewat smartphone saja kita sudah bisa mengadakan pertemuan virtual yang membahas proyek maupun pekerjaan lainnya. Tentu saja hal ini akan sangat menguntungkan kita terutama yang memiliki mobilitas cukup tinggi dan tergolong sebagai orang yang sangat perhitungan dengan waktu.

Akan tetapi, penggunaan smartphone ini terkadang tidak dibarengi dengan perlakuan yang baik untuk merawat perangkat canggih satu ini. Banyak dari kita menyepelekan beberapa hal yang mungkin sudah menjadi kebiasaan namun ternyata memiliki dampak buruk terhadap smartphone itu sendiri. Hati-hati, beberapa kebiasaan yang mungkin kamu miliki berikut ternyata dapat merusak perangkat smartphone-mu, lho.

Terbiasa Mengisi Daya Smartphone Selama Satu Malam.

Hati-hati, Kebiasaan Ini Berpotensi Merusak Smartphone-mu!
Low Battery – Sumber: thetechnews.com

Kalau ditanya, sepertinya hampir semua dari kita memiliki kebiasaan buruk satu ini. Membiarkan smartphone dalam pengisian daya selama satu malam penuh ternyata tidak baik bagi perangkat itu sendiri lho. Kamu mungkin berpikir sembari dirimu sendiri beristirahat, baterai smartphone milikmu juga diisi ulang dengan harapan baterai penuh dan bisa digunakan beraktivitas keesokan harinya. Tapi kenyataannya, kebiasaan seperti ini akan memicu kebocoran baterai pada smartphone. Kalau sudah begini, baterai menjadi rusak dan smartphone justru tidak bisa kamu gunakan.

Membiarkan Smartphone dalam Keadaan Menyala Selama Mode Pengisian Daya.

Kebiasaan lain yang memicu munculnya kerusakan pada smartphone adalah membiarkan perangkat ini menyala ketika dalam mode pengisian daya. Tidak perlu malu mengakui, nyatanya tidak hanya kamu sendiri yang terbiasa melakukan hal ini. Namun, perlu kamu ketahui kalau menyalakan smartphone ketika sedang mengisi daya sesungguhnya tidak hanya merusak perangkat namun juga membahayakan dirimu sendiri.

Ketika dalam mode pengisian daya, radiasi yang dipaparkan lebih tinggi. Selain itu, komponen dalam perangkat juga menjadi lebih cepat panas. Jika hal ini kamu lakukan terus-menerus, tentu saja akan merusak smartphone-mu. Bahkan, sudah ada laporan mengenai beberapa kejadian meledaknya ponsel ketika digunakan dalam mode pengisian daya. Hiii.

Menggunakan Perangkat Pengisian Daya Tidak Resmi.

Hati-hati, Kebiasaan Ini Berpotensi Merusak Smartphone-mu!
Charger – Sumber: digipowersolutions.com

Sudah tidak perlu kamu pungkiri kalau kebiasaan selanjutnya ini juga kerap kamu lakukan, terlebih ketika kamu tidak membawa charger smartphone-mu sendiri. Kamu kerap meminjam charger milik teman yang juga memiliki smartphone meski berbeda vendor. Tidak apa-apa, kan kabelnya sama, begitu mungkin pikirmu.

Tahukah kamu ketika menggunakan charger non resmi untuk mengisi daya ponselmu sesungguhnya turut menimbulkan kerusakan pada smartphone? Setiap vendor pasti sudah memperhitungkan kebutuhan voltase untuk setiap produk ponsel cerdas mereka. Meskipun tipe charger yang digunakan sama, belum tentu besar voltasenya sama. Usahakan untuk selalu menggunakan charger resmi ponselmu atau ketika kamu memang dalam keadaan mendesak harus menggunakan charger lain, carilah yang memiliki voltase sama dengan charger resmimu.

Mengaktifkan Banyak Aplikasi yang Tidak Sedang Digunakan.

Kita tahu bahwa smartphone terkenal sebagai perangkat yang cukup boros dalam penggunaan baterainya karena kita tahu terdapat cukup banyak aplikasi di dalamnya – yang memang didesain untuk membantu kita dalam pekerjaan sehari-hari. Maka dari itu, usahakan untuk tidak mengaktifkan terlalu banyak aplikasi ketika tidak sedang digunakan. Menyalakan Bluetooth maupun Wi-Fi atau membiarkan paket data menyala bahkan ketika kamu tahu di daerahmu sedang sulit mendapatkan sinyal akan memaksa smartphone kamu menggunakan baterai secara lebih keras. Hal ini bisa berdampak buruk dalam jangka panjang – selain hanya boros penggunaan baterai.

Meninggalkan Smartphone di Dalam Mobil.

Meninggalkan smartphone di dalam mobil untuk alasan apa pun sesungguhnya tidak bisa ditoleransi. Kalau kamu saja protes dengan perubahan cuaca yang tidak jelas dan suhu udara yang panas, mengapa kamu melakukannya pada smartphone-mu?

Ponsel sangat tidak tahan dengan suhu udara ekstrim. Komponen dalam smartphone sesungguhnya dapat bekerja optimal pada suhu 16 hingga 30 derajat Celcius. Padahal, suhu di dalam mobil bisa jadi lebih tinggi daripada itu. Mengoperasikan smartphone pada suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi bisa memicu kerusakan pada komponen dalamnya.

Tidak Pernah Mematikan Smartphone.

Karena tidak ingin melewatkan momen – termasuk momen pamer di media sosial tentang apa yang sedang kamu lakukan sekarang – kamu terbiasa menyalakan smartphone-mu terus-menerus tanpa henti. Segala aktivitasmu wajib diunggah di media sosial jadi tidak ada kata smartphone mati dalam kamusmu. Mungkin juga, kamu memiliki puluhan powerbank yang akan siap menyokong daya ponsel selama kamu harus eksis di dunia maya.

Kebiasaan ini bisa membawa dampak yang buruk bagi smartphone-mu lho. Sama seperti tubuh manusia, meskipun tenaga kita mungkin akan pulih ketika kita sudah diberi asupan lewat makan dan minum bergizi, kita tetap butuh istirahat untuk memulihkan tenaga serta memperbolehkan tubuh kita melakukan reparasi pada beberapa sel yang mungkin sudah rusak. Begitu juga dengan smartphone-mu. Membiarkan ponselmu beristirahat sejenak setelah digunakan beberapa waktu akan menjaga ketahanan baterai.

Membawa Smartphone di Saku Celana Ketat.

Hati-hati, Kebiasaan Ini Berpotensi Merusak Smartphone-mu!
Kebiasaan Menaruh Smartphone di Saku Celana – Sumber: wonderfulengineering.com

Sering melakukan hal ini? Sepertinya kamu harus mulai mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan buruk yang kerap kamu lakukan pada smartphone-mu. Kebiasaan membawa ponsel di saku celana yang ketat bisa merusak layar dan menyebabkan goresan. Ponsel juga mungkin mengalami tekanan hingga terbentuk bengkokan. Kalau sudah begini, tidak menutup kemungkinan ponsel itu bisa meledak atau terbakar, seperti kasus yang menimpa Philip Letcher.

Meskipun smartphone merupakan barang mati, bukan berarti ia tak membutuhkan perawatan. Ada beberapa hal krusial yang harus diperhatikan seperti tetap menjaga smartphone dalam keadaan mati saat mode pengisian daya. Dampaknya mungkin tidak akan terasa dalam jangka waktu yang pendek, namun kamu tentu tidak ingin smartphonemu cepat rusak karena kebiasaan penggunaan yang salah kan? Yuk mulai membiasakan diri cerdas dalam menggunakan smartphone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here