Sejak dahulu kala, Indonesia telah dikenal sebagai sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Luasnya wilayah negeri ini pasti akan membuat semua orang terkagum-kagum akan keberagaman dan keunikan yang dimiliki oleh tiap-tiap wilayah.

Ratusan suku dan bahasa tentu saja dibarengi pula dengan ratusan tradisi unik yang telah menjadi budaya dan diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur kita. Hal ini telah sejak dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dunia untuk dapat menjejakkan kakinya dan/atau sekadar menikmati perjalanan wisata ke wilayah-wilayah indah di Indonesia. Bukan hanya itu, dalam perkembangannya sebagai wilayah tujuan pariwisata, saat ini telah banyak daerah-daerah di Indonesia yang menggelar festival atau pesta rakyat tahunan sebagai ajang untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut pada musim-musim tertentu, contohnya seperti pagelaran festival Lembah Baliem dan pesta Danau Toba.

Pada dasarnya setiap tradisi merupakan sebuah gambaran dari peradaban yang terjadi di sebuah wilayah tertentu dan hal inilah yang membuat adanya perbedaan yang sangat jauh antara tradisi di antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya. Di Indonesia sendiri terdapat ratusan atau bahkan ribuan tradisi yang hingga kini masih tetap dijalankan oleh masyarakat lokal sebagai sebuah warisan adat, beberapa di antaranya berbentuk tarian, upacara adat dan berbagai macam ritual lainnya.

Sejarah Tradisi Bambu Gila

Bambu Gila merupakan sebuah tradisi kesenian unik yang berasal dari wilayah timur Indonesia, tepatnya Maluku. Pada masyarakat asli Maluku, Bambu Gila lebih dikenal dengan nama aslinya, yaitu Baramasewel. Menurut sejarahnya, tradisi Bambu Gila telah masuk ke wilayah Maluku dan dikenal secara luas jauh sebelum terjadinya penyebaran agama Islam dan Kristen di tanah Maluku. Hal ini menandakan bahwa tradisi ini sendiri telah sejak lama menjadi bagian dari kehidupan rakyat Maluku itu sendiri.

Meskipun terlihat sangat sederhana, namun permainan Bambu Gila merupakan sebuah permainan yang cukup berisiko karena megandung aura mistis yang sangat kental di dalam pelaksanaannya. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu alasan kenapa di dalam permainan Bambu Gila selalu dibutuhkan seorang pawang sebagai pemimpin permainan.

Langkah pertama yang akan dilakukan sebagai persiapan awal di dalam permainan Bambu Gila adalah mencari dan memilih bambu yang akan digunakan sebagai sarana dalam permainan ini. Pemilihan bambu tidak dapat dilakukan dengan cara sembarangan, karena bambu yang diambil dan akan digunakan tersebut haruslah diambil dari hutan tertentu dan melalui sebuah ritual khusus. Pada umumnya bambu yang dipilih adalah bambu dengan diameter sebesar 8-10 cm dan memiliki panjang sekitar 3 meter lebih. Pada kedua ujung bambu tersebut akan diikatkan sebuah kain. Di dalam prakteknya, bambu ini akan diperlakukan sebagaimana layaknya seorang manusia. Hal ni merupakan sebuah pertanda, bagaimana Bambu Gila adalah sebuah tarian yang penuh dengan aura mistis di dalam pelaksanaannya.

Sebelum permainan Bambu Gila dilaksanakan, maka bambu tersebut akan terlebih dahulu dipersiapkan, begitu juga dengan orang-orang yang akan memainkannya. Di dalam tradisi bambu gila, permainan ini tidak boleh dimainkan oleh sembarangan orang. Hanya orang-orang dipilih oleh pawang Bambu Gila sajalah yang dapat memainkannya. Para pemain diwajibkan untuk bertelanjang dada dan mengenakan atribut berwarna serba merah, termasuk pada celana dan ikat kepala yang mereka kenakan. Pada umumnya permainan tradisional Bambu Gila ini dimainkan oleh tujuh orang atau lebih, tergantung pada panjangnya bambu yang akan digunakan.

Permainan Bambu Gila merupakan salah satu kekayaan tradisi yang dimiliki nusantara dan masyarakat Maluku melaksanakannya sarat dengan nuansa mistis yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri di dalam permainan ini. Sesaat sebelum permainan Bambu Gila dimulai, maka sang pawang akan melaksanakan pembakaran kemenyan yang dibawanya menggunakan sebuah wadah berupa tempurung kelapa. Asap dari pembakaran kemenyan tersebut kemudian “dimasukkan” ke dalam bilah bambu yang akan dimainkan. Ini merupakan sebuah proses yang penting di dalam permainan tradisional Bambu Gila, karena proses ini merupakan upaya dalam mengundang sesuatu yang gaib untuk masuk dan menggerakkan bambu tersebut selama permainan berlangsung.

Cara memainkan Bambu Gila tergolong sangat sederhana, di mana para pemain hanya memeluk dan menahan laju bambu yang bergerak melonjak sesuai kemauan sang pawang.

Hal ini dimulai sesaat setelah pawang berhasil memasukan sesuatu yang gaib ke dalam bilah bambu tersebut, maka bambu dengan sendirinya akan bergerak dan mengikuti perintah dari sang pawang. Permainan dimulai, para pemain harus memeluk dan menahan laju bambu di bawah kuasa sang pawang yang sepanjang permainan akan terus mengendalikan bambu dengan meneriakkan mantra-mantra, seperti: “Hei Baramasuwel!”

Di dalam permainan ini, bambu tersebut tidak akan berhenti bergerak sampai sang pawang memerintahkannya untuk berhenti dan mengakhiri permainan tersebut.

Permainan Bambu Gila akan berlangsung dengan iringan musik, di mana musik tersebut akan menjadi indikasi laju permainan yang dimainkan, semakin cepat musik yang mengiringi maka akan  semakin liar dan cepat gerakan pada bambu yang sedang dimainkan tersebut. Di dalam pelaksanaan tradisi Bambu Gila, sering terjadi hal mistis di mana beberapa penari mengalami kesurupan dan tidak sadarkan diri. Hal ini jugalah yang membuat peran seorang pawang sangat dibutuhkan di dalam pelaksanaan tradisi bambu gila, yaitu untuk mengatasi kondisi yang berhubungan dengan dunia mistis.

Tarian Bambu Gila merupakan sebuah tarian yang menunjukkan gerak para penari di dalam menahan gerakan magis bambu. Hal tersebut merupakan sebuah simbol dari nilai kebersamaan yang harus tetap terjaga, di mana gerakan kaki yang serempak dan penuh dengan kekuatan menunjukkan semangat gotong royong dalam kehidupan rakyat Maluku yang disebut Masohi. Pada dasarnya, makna inilah yang seharusnya lebih ditonjolkan dalam tarian Bambu Gila dan menjadi nilai-nilai positif yang harus tetap dijaga.

Tradisi Bambu Gila di zaman sekarang

Di dalam perkembangannya, tarian Bambu Gila telah mengalami modifikasi dan dikemas dalam balutan yang lebih modern serta minim dari aura mistis. Bahkan saat ini tarian modifikasi Bambu Gila juga tidak hanya dimainkan oleh kaum pria saja, namun kaum wanita juga dapat memainkannya dengan memadukan beberapa gerakan yang lebih modern tanpa menggunakan kekuatan mistis yang sulit dikendalikan di dalam permainan. Di dalam tarian modifikasi Bambu Gila, bambu yang digunakan juga berukuran lebih pendek dari yang seharusnya.

Saat ini keberadaan tradisi Bambu Gila sebenarnya sudah cukup langka dan bahkan di wilayah Maluku sendiri pun hanya tersisa beberapa perkampungan saja yang mampu memainkannya secara otentik. Di dalam hal ini, kita patut mengapresiasi peran serta beberapa sanggar tari di Maluku yang berusaha untuk mempelajarinya dan mengambil intisari dari tarian tersebut untuk kemudian dikemas secara lebih modern.

Sekarang tarian Bambu Gila sering ditampilkan sebagai tari penyambutan tamu atau di dalam berbagai acara formal lainnya. Tarian Bambu Gila yang menjadi tradisi Maluku adalah satu dari ribuan bukti bagaimana Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan budaya yang patut kita banggakan di mata dunia.

No more articles