Masih ingat dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS)? Pesawat tersebut terdaftar dalam penerbangan rute Kuala Lumpur menuju Beijing, China pada Sabtu (8/3/2014). Hal ini membuat ingatan warga Indonesia kembali pada tragedi hilangnya pesawat Adam Air. Kamu mungkin masih ingat juga, kan?

Namun, bagaimana kalau ada sebuah pesawat tanpa jendela? Baru-baru ini ada inovasi baru dalam dunia baja terbang ini, yaitu adanya pesawat tanpa jendela. Bayangkan!

Adanya tragedi pesawat Adam Air di tahun2007 silam menjadi salah satu dari 5 kecelakaan pesawat terdahsyat yang pernah terjadi di Indonesia. Sebelum kamu mengetahui seperti apa wujud pesawat tanpa jendela, kamu baca dulu lah tragedi kecelakaan-kecelakaan pesawat terdahsyat di Indonesia itu:

  1. Kecelakaan Garuda Indonesia 1997 (222 orang tewas)

Sebuah pesawat Airbus A300-B4 milik Garuda Indonesia jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, (sekitar 32 km dari bandara dan 45 km dari kota Medan). Pesawat tersebut terdaftar dengan nomor penerbangan GA 152.

Pesawat Garuda dalam perjalanan dari Jakarta ke Medan. Pada saat kejadian, pesawat sebenarnya sudah siap mendarat. Namun, kecelakaan terjadi ketika pesawat hendak mendarat di Bandara Polonia Medan pada Jumat, 26 September 1997.

Dalam musibah kecelakaan ini, seluruh penumpang tewas. Total penumpang berjumlah 222 orang dan 12 awak. Hingga tahun 2016, kecelakaan ini merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah penerbangan Indonesia. Yang mengenaskan, dari seluruh korban tewas, tercatat 44 mayat korban tidak bisa dikenali. Alhasil, korban-korban yang tidak dapat dikenali tersebut dimakamkan di Monumen Membramo, Medan. Dalam kecelakaan ini, tercatat berbagai penumpang berkewarganegaraan Amerika Serikat, Belanda dan Jepang.

  1. Kecelakaan SilkAir 1997 (104 orang tewas)

Kecelakaan kali ini terjadi pada sebuah penerbangan bernomor penerbangan 185. Pada kecelakaan kali ini dialami Pesawat SilkAir dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia menuju Bandara Internasional Changi di Singapura.

Pada 19 Desember 1997, sekitar pukul 16:13 WIB, pesawat Boeing 737-300 mengalami kecelakaan dan jatuh di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Seluruh penumpang dinyatakan meninggal. Tercatat ada sebanyak 104 orang (terdiri dari 97 penumpang dan 7 awak). Termasuk pilot Tsu Way Ming dari Singapura dan co-pilot Duncan Ward dari Selandia Baru.

Sayangnya, dalam proses investigasi yang dilakukan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia bersama dengan tim ahli dari NTSB Amerika, Singapura, dan Australia, menyatakan bahwa penyebab kecelakaan tidak dapat diketahui (undetermined).

Tidak berhenti sampai di situ, NTSB berpendapat kalau kecelakaan disebabkan oleh tindakan Kapten Tsu yang sengaja menjatuhkan pesawatnya ke laut (bunuh diri).

Baca Juga: Canggih, Robot ini Dapat Bekerja Membersihkan Grill!

  1. Kecelakaan Adam Air 2007 (102 orang tewas)

Musibah kali ini menimpa Adam Air jurusan Surabaya-Manado. Pesawat ini terdaftar dalam penerbangan KI-574. Awalnya, pesawat hilang kontak di sekitar perairan Majene, Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, pesawat masih berstatus hilang.

Untungnya, di tahun 2007 pada kedalaman 2000 meter kotak hitam pesawat ditemukan. Dan, pihak terkait menyatakan kalau seluruh penumpang berjumlah 96 orang dan 6 orang yang berstatus sebagai awak pesawat.

KNKT pada 25 Maret 2008 menyatakan kalau penyebab kecelakaan adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS), dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat. Sampai hari ini, status hilang masih melekat pada pesawat dengan nomor penerbangan KI-574 ini dan proses pencarian sudah dihentikan.

  1. Kecelakaan Mandala Airlines 2005 (101 orang tewas)

Penerbangan RI 091 tercatat  mengalami musibah yang sama. Sebuah pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines jatuh di kawasan Padang Bulan, Medan, Indonesia pada 5 September 2005.

Pesawat ini sedang akan terbang dari Medan menuju Jakarta. Tercatat 117 orang (112 penumpang dan 5 awak). Untungnya masih ada yang selamat, tercatat berjumlah 16 orang. Korban tidak hanya para penumpang pesawat, ada pula para warga sekitar. Jumlah korban yang bukan penumpang pesawat berjumlah 44 orang.

Dari hasil penelitian, KNKT dan tim investigasi National Transportation Safety Board dari Amerika Serikat penyebab kecelakaan adalah adanya kerusakan yang menyebabkan salah satu mesin pesawat tersebut tidak bertenaga.

Berdasarkan beberapa informasi, muncul laporan bahwa pesawat tersebut membawa kargo berisi durian yang berbobot 2 ton, sehingga hampir mencapai batas berat maksimum yang mampu diangkut pesawat. Buah durian ternyata bisa jadi penyebab kecelakaan pesawat, KeyPoo Ranger!

  1. Kecelakaan Pesawat C-130H Hercules, 2009 (100 orang tewas)

Kecelakaan  mengerikan terjadi di tahun 2009. Pesawat C-130H Hercules menewaskan 98 orang penumpang dan 2 orang warga lokal. terjadi tepat pada tanggal 20 Mei 2009.

Pesawat Hercules Angkatan Udara Indonesia bertipe C-130 Hercules ini membawa 112 orang (98 penumpang dan 14 kru). Kecelakaan, dipastikan terjadai pada pukul 6:30 WIB, penerbangan dari Jakarta menuju Jawa Timur.

Pesawat menabrak daratan dan rumah. Akhirnya, pesawat mendarat di sawah, di desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebenarnya, pesawat berusaha mendarat di Bandar Udara Iswahyudi, namun jatuh sekitar 5,5 kilometer barat laut dari bandara. Pesawat meledak dan terbakar ketika jatuh.

Sudah ada lima catatan kecelakaan pesawat yang terjadi dan menjadi sejarah di Indonesia. Bagaimana kalau ada pesawat tanpa jendela?

Sebuah pesawat dibuat dengan desain yang unik. Tanpa jendela dan atap. Diperkirakan desain ini akan bisa terealisasi kurang dari 10 tahun ke depan. Yang luar biasa, bila kamu naik pesawat ini, kamu bisa menikmati koneksi internet, mengecek email, dan melihat pemandangan langit di luar pesawat.

Terdapat teknologi sneak preview. Ketika terbang di udara, jendela pesawat secara otomatis memunculkan pemandangan langit setiap saat. Hal ini berkat adanya seperangkat layar pintar. Bila kamu takut melihatnya, fitur ini bisa dimatikan kok.

Teknologi ini telah dirancang oleh perusahaan bernama Centre for Process Innovation (CPI). Tercatat, perusahan ini sudah sejak lama bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar untuk menciptakan produk baru.

Dijelaskan lebih lanjut, layar hi-definition yang ada di pesawat ini memiliki ketebalan yang  sangat tipis dan ringan. Oleh sebab itu, pembuat pesawat ini bisa mengombinasikannya ke dalam bentuk bagian dalam pesawat.

Baca Juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Layanan Netflix yang Harus Diketahui!

Untuk menampilkan visual dari luar pesawat, terlebih dulu gambar dari luar pesawat diproyeksikan melalui kamera eksternal.Tidak berhenti sampai di situ, CPI berencana mengurangi bobot pesawat. Hal ini bertujuan agar lebih hemat bahan bakar. Alhasil, tiket pesawat lebih murah.

Pihak CPI mengklaim, setiap 1 persen pengurangan bobot pesawat, menghasilkan penghematan bahan bakar sekitar 0,75 persen.

Nah, bagi kamu yang takut ketinggian, tidak disarankan mencoba pesawat ini. Apabila kamu memaksa, bisa-bisa kencing di dalam pesawat, lho! Yang mau ngepel siapa coba? Pesawat ini memberikan pemandangan terbang layaknya kamu terbang tanpa menggunakan dinding dan jendela yang transparan.

Pesawat ini memang baru sebatas rancangan semata. Meski begitu, kemungkinan akan menjadi kenyataan. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Pesawat ini adalah rancangan dari perusahaan inovasi di United Kingdom, CPI, dalam proyeknya “The Windowless Fuselage”, sebuah pesawat tanpa jendela dan atap.

Secara lebih detail, pihak CPI mengatakan kalau direncanakan berat pesawat berkurang hingga 1% dan menghemat 0.75% bahan bakar. Dampaknya, pesawat ini lebih ramah lingkungan. Hal ini karena produksi CO2 lebih sedikit,  dan tentu saja, harga lebih murah.

No more articles