Dinamika dunia pendidikan di Indonesia menjadi topik pembicaraan yang cukup banyak menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak. Mulai dari sistem yang selalu berubah-ubah setiap pergantian menteri, beberapa daerah yang belum mendapat fasilitas pendidikan layak, hingga kasus terakhir yang mencatutkan nama seorang siswi SMA di Medan yang terjaring razia saat mengadakan konvoi usai Ujian Nasional (UN) selesai. Pun begitu, sesungguhnya sistem pendidikan kita pun tak jarang melahirkan generasi-generasi penerus yang akhirnya berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Sayangnya, tak terlalu banyak ulasan yang membahas secara detil mengenai profil-profil generasi muda Indonesia yang hebat itu sehingga kita cenderung memiliki anggapan negatif mengenai sistem pendidikan kita – serta sering membandingkannya dengan sistem pendidikan di negara maju.

Salah satu bentuk kebijakan di dunia pendidikan kita adalah penyelenggaraan UN sebagai salah satu tolak ukur kemampuan siswa dalam mengikuti proses belajar di sekolah. Siswa akan dinyatakan lulus ketika sudah mencapai nilai minimum yang ditetapkan – dan selalu berubah – setiap tahunnya. Untuk mengejar syarat tersebut, tak sedikit siswa yang akhirnya rela ‘bersimbah darah’ untuk mempersiapkan diri menghadapi UN. Mereka rela sejenak kehilangan waktu bersenang-senang sebelum UN berlangsung daripada harus menangis darah ketika menerima pengumuman hasil UN yang tidak sesuai ekspektasi mereka. Mulai dari tambahan pelajaran di sekolah dan di lembaga bimbingan belajar, lebih sering melakukan belajar kelompok, dan berbagai usaha lain yang dianggap menunjang.

Akan tetapi, tak sedikit pula yang tidak terlalu memusingkan persiapan UN. Akibatnya sudah bisa ditebak: persiapan yang ala kadarnya juga menghasilkan buah yang ala kadarnya. Ketika hal ini terjadi, barulah kepala pusing memikirkan cara untuk menempuh jalan lain yang akan mengantarkan mereka pada kelulusan yang sama. Kendala seperti ini difasilitasi dengan hadirnya Ujian Paket A, B, dan C. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Ujian Paket ini, akan tetapi kita kerap beranggapan bahwa orang yang mengikuti Ujian Paket adalah orang-orang yang tidak sanggup memenangkan pertarungan UN alias gagal lulus. Padahal, Ujian Paket ini bukan dihadirkan dengan tujuan utama sebagai ujian ulangan, namun sebagai ujian kesetaraan. Jadi, tidak berarti orang yang mengikuti Ujian Paket itu adalah orang yang bodoh karena tidak bisa lulus dalam UN.

Buat kamu yang sempat merasa sedih karena mendapat hinaan mengikuti Ujian Paket – dan mungkin mereka pun tak pernah mau tahu apa alasanmu – kamu tidak sendirian! Beberapa artis berikut bahkan tercatat pernah mengikuti Ujian Paket C dan mereka memiliki alasan serta kondisi tersendiri.

#1 Aurel Hermansyah

6 Artis Ini Ikuti Ujian Nasional Paket C

Aurel Hermansyah – Sumber: foto.merahputih.com

Dikenal sebagai putri musisi kondang Anang Hermansyah, Aurel Hermansyah mungkin akan mendapat mandat sosial dari netizen untuk bisa menunjukkan prestasi dan hal positif yang patut dicontoh masyarakat. Akan tetapi, tidak sedikit yang menjadikannya sebagai target bulan-bulanan setelah tersebar berita bahwa dirinya mengikuti Ujian Paket C. Apa yang pertama kali di pikiran kamu setelah mendengarnya mengikuti Ujian Paket C? Tidak sedikit orang yang berkomentar bahwa dirinya telah gagal dalam UN sehingga harus mengikuti Ujian Kesetaraan ini.

Alasan Loli – panggilan akrab Aurel – mengikuti Ujian Paket C adalah statusnya sebagai siswa homeschooling, bukan terdaftar di sekolah formal yang biasa kita tahu. Setelah berkali-kali harus rela tidak masuk semasa bersekolah di Al Azhar, Loli akhirnya memutuskan untuk menjalani pendidikannya dengan sistem sekolah di rumah. Tentu saja lembaga pendidikan homeschooling itu pun tak sembarang memberikan materi pengajaran dan pendidikan, tetapi tetap setara dengan sekolah formal pada umumnya.

#2 Stuart Collin

Statusnya yang belum lulus SMA dan tidak banyak diketahui publik ini akhirnya terkuak setelah namanya tercatat sebagai peserta Ujian Kesetaraan 2016. Status belum lulus SMA itu pun bukan karena ia tidak bisa lulus UN, melainkan banyaknya jadwal pekerjaan syuting yang lebih menjadi prioritas kala dirinya duduk di bangku kelas 3 SMA. Mantan suami Risty Tagor ini mengikuti Ujian Paket C dengan tujuan mendapatkan ijazah SMA sehingga ia bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Stuart sadar bahwa ia tidak bisa menggantungkan nasibnya di dunia hiburan untuk selamanya. Ia memiliki mimpi untuk bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah penerbangan.

Kasus perceraiannya dengan Risty Tagor diakui sang pengacara, Denny Lubis, sempat mengganggu kondisi psikis Stuart. Namun Denny percaya bahwa kliennya itu cukup kuat untuk mulai menata hidup menjadi lebih baik, termasuk dengan cara kembali ke bangku pendidikan.

#3 Al Ghazali

6 Artis Ini Ikuti Ujian Nasional Paket C

Al Ghazali – Sumber: duajurai.com

Artis muda yang juga merupakan putra musisi Ahmad Dhani ini diketahui menjadi peserta Ujian Paket C. Ini bukan pertama kalinya Al mengikuti Ujian Kesetaraan. Pada 2009, ia sempat mengikuti Ujian Paket A karena dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional SD. Ada yang unik dari cara sang Ayah mendidik Al dan dua adik-adiknya. Ahmad Dhani sendiri dikenal sebagai orang tua yang tidak terlalu mementingkan gelar akademik bagi anak-anaknya. Hal yang paling penting dan harus berhasil dicapai oleh Al, El, dan Dul adalah kesanggupan mereka untuk menjadi pribadi yang kreatif. Ahmad Dhani bahkan diketahui tak ingin putra-putranya sekadar menjadi pegawai.

#4 Mikha Tambayong

6 Artis Ini Ikuti Ujian Nasional Paket C

Mikha Tambayong – Sumber: kapanlagi.com

Selain Aurel Hermansyah, artis lainnya yang dikenal sebagai peserta Ujian Paket C adalah Mikha Tambayong. Mikha diketahui telah mengikuti ujian ini pada tahun 2011 silam karena kesibukannya di dunia hiburan menjadi prioritas, sehingga kewajiban belajar di sekolah formal ditransformasikan menjadi pendidikan berbasis homeschooling. Tidak banyak berita mengenai hujatan netizen terhadap status Mikha yang kala itu menjadi peserta Ujian Kesetaraan. Hmm, jadi kenapa hanya Aurel yang booming menjadi tujuan bulan-bulanan netizen di media sosial ya?

#5 Randy Pangalila

Mantan kekasih Donita ini ternyata juga pernah mengikuti Ujian Paket C dan lagi-lagi karena statusnya sebagai siswa homeschooling yang terpaksa harus dijalani karena jadwal pekerjaan di dunia hiburan begitu menyita waktunya. Apalagi saat itu usia Randy masih sangat muda dan ia sedang menjadi public figure yang banyak digemari masyarakat. Tentu saja pekerjaan menjadi prioritasnya. Randy sendiri mengakui bahwa dirinya memilih untuk homeschooling sebab fleksibilitas sistem pendidikan ini menunjang dan mendukung aktivitasnya sebagai pekerja di dunia hiburan.

Setiap orang memiliki alasan ketika melakukan sesuatu. Begitu pun dengan para artis yang tercatat sebagai peserta Ujian Kesetaraan ini. Latar belakangnya belum tentu karena mereka tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup sehingga tidak lulus UN. Banyak hal yang belum kita ketahui. Jadi, tetap berpikir positif ya!

No more articles