Papua dan kekayaan alam yang terpendam di dalamnya, tentu selalu menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi jutaan mata masyarakat dunia. Bukan hanya sumber daya alamnya yang melimpah, keindahan alamnya yang konon bak surga di dunia tersebut juga tak kalah mempesona.

Siapa yang nggak kenal Papua? Bahkan selama belasan tahun terakhir namanya telah sangat dikenal di mata dunia. Beragam keunikan dan tradisi yang dimiliki Papua, dapat dengan mudah membuat kamu jatuh hati dan ingin mengenal wilayah Papua secara dekat dan lebih mendalam. Papua itu milik kita, wilayah Indonesia, dan jangan sampai masyarakat mancanegara lebih mengenalnya dibanding kita yang jelas-jelas warga negara Indonesia. Rugi kan, kalau orang lain lebih paham isi rumah kita daripada kita sebagai tuan rumahnya? Di bawah ini adalah 10 hal penting tentang Papua yang wajib kamu ketahui. Check it out!

  1. Sejarah terbentuknya wilayah Papua

Berdasarkan sebuah sumber, dikatakan bahwa pada awalnya Pulau Papua adalah bagian dasar dari Lautan Fasifik yang paling dalam yang juga merupakan Lempeng Benua Australia (Lempeng Sahul) yang terletak di dasar Lautan Pasifik.

Namun karena adanya sebuah pertemuan/tumbukan di antara dua lempeng, yakni lempeng Australia dengan lempeng Samudra Pasifik, maka hal tersebut mengakibatkan terangkatnya lempeng Australia menjadi pulau di wilayah bagian utara Australia. Pertemuan/tumbukan di antara kedua lempeng ini juga mengakibatkan terbentuknya Gugusan Pegunungan Tengah dan gugusan pegunungan di wilayah Kepala Burung.

Dari hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tanah Papua masih tergolong “muda” dan masih mengalami proses tektonik hingga saat ini. Ini dapat dilihat dari beberapa gempa tektonik yang terjadi di wilayah Papua.

  1. Salju di Papua

Salju di wilayah tropis? Barangkali hal tersebut merupakan sebuah kemustahilan bagi semua orang, sebelum Papua ditemukan tentu saja.

Pada tahun 1623, seorang petualang berkebangsaan Belanda bernama Dora the Explorer Jan Carstensz untuk pertama kalinya mengamati Pulau Papua dari sebuah kapal laut dan hasilnya cukup mencengangkan karena ditemukan puncak gunung bersalju di wilayah tropis. Namun hal ini tidak serta merta membuat orang-orang Eropa percaya, karena dalam pandangan mereka, adalah sebuah hal yang terbilang mustahil untuk menemukan kawasan bersalju di wilayah tropis, hal ini diperkuat juga oleh karena tidak adanya pembuktian secara langsung yang dilakukan oleh Jan Carstensz.

Meski demikian, Jan Carstensz tetap menamai puncak tersebut dengan namanya dan pendakian pertama ke Puncak Jaya dilakukan pada tahun 1909 oleh seorang penjelajah Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorentz.

Salju di Puncak Jayawijaya – Sumber: anekatempatwisata.com

Puncak Jaya yang merupakan puncak tertinggi di Indonesia ini dikenal juga dengan nama Carstensz Pyramide atau Puncak Carstensz. Puncak ini adalah salah satu dari puncak gunung bersalju yang terdapat di perlintasan garis khatulistiwa, selain pegunungan di Afrika dan Amerika Latin. Bila diamati dari udara, maka Puncak Jaya akan terlihat seperti sebuah permadani hitam yang diselimuti oleh tudung putih. Dalam kondisi matahari cerah, akan tampak hamparan salju tersebut memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan pandangan.

Menurut penelitian, kandungan es yang terdapat di pegunungan ini sekitar 5% dari jumlah cadangan es dunia yang terdapat di luar wilayah Benua Antartika. Namun hal tersebut mungkin saja berubah sewaktu-waktu karena riset terakhir meyebutkan bahwa kadar es di wilayah tersebut mengalami pencairan dan berpotensi untuk mecair secara keseluruhan akibat adanya pemanasan global.

Baca Juga: Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi yang Termakan Zaman

  1. Papua kaya dengan sumber daya alam yang melimpah

Ada banyak jenis hasil tambang yang dikandung oleh tanah Papua dan hal ini memberi kontribusi lebih dari 50% di dalam perekonomian Papua. Kegiatan pertambangan Papua berpusat di wilayah konsesi Freeport yang memiliki potensi 2,5 miliar ton batuan biji emas dan tembaga. Jumlah yang luar biasa banyak, bukan?

Selain hal tersebut, Papua juga memiliki beragam potensi tambang, antara lain:

  • Batu bara yang berjumlah 6,3 juta ton.
  • Barn gamping di atas areal seluas 190.000 ha.
  • Pasir kuarsa seluas 75 ha dengan potensi hasil 21,5 juta ton.
  • Lempung sebanyak 1,2 juta ton.
  • Marmer sebanyak 350 juta ton.
  • Granit sebanyak 125 juta ton.
  • Beragam hasil tambang lainnya seperti pasir besi, nikel dan krom.
  1. Masyarakat asli Papua menyebut tanah kelahiran mereka sebagai “Nuu Waar”

Pada dasarnya masyarakat asli Papua tidak begitu menyukai kata “PAPUA” yang menurut mereka memiliki arti yang kurang baik dan berkonotasi pelecehan yang merendahkan martabat. Oleh sebab itu masyarakat asli Papua lebih suka disebut “Irian” atau “Nuu Waar”.

Nuu Waar adalah dua kata dari Bahasa Irarutu di kerajaan Nama Tota Kaimana, yakni Nuu Eva. Nuu bermakna sinar, pancaran atau cahaya dan sementara Waar berasal dari kata Eva yang makna pertamanya adalah “mengaku”. Bila diterjemahkan dengan makna lebih dalam maka Nuu Waar bermakna cahaya yang menyimpan rahasia alam.

  1. Penduduk asli dan pendatang di Papua

Papua merupakan wilayah dengan jumlah suku yang terbilang cukup banyak, yakni sekitar 250 suku. Namun hal tersebut tidak menjadi jaminan dominasi masyarakat lokal terhadap wilayah bagian Timur Indonesia yang cukup luas tersebut, karena 48% penduduk di sana merupakan masyarakat pendatang. Para pendatang ini umumnya berasal dari berbagai suku yang didominasi oleh suku Jawa dan Sulawesi.

Secara umum, seluruh suku di Papua memiliki keunikan tersendiri yang akhirnya membedakan mereka dari suku-suku lain di wilayah Indonesia. Banyak yang memperkirakan bila orang Papua berasal dari daratan Afrika, hal ini diperkuat dengan ciri-ciri yang melekat di dalam diri mereka, seperti: struktur fisik yang kekar, warna kulit gelap dan rambut keriting seperti suku-suku yang ada di Benua Afrika. Bagaimana menurut kamu, KeyPooNesia?

Baca Juga: Mengenal Budaya Ritual Membangkitkan Mayat di Toraja

  1. Fauna endemik Papua

Bukan hanya Cenderawasih yang telah melekat sebagai identitas Papua saja yang menjadi fauna endemik dan kebanggan bagi masyarakatnya. Ada banyak jenis fauna endemik lainnya yang tak kalah menarik di Papua, di antaranya: kura-kura reimani, kasuari kerdil, nuri sayap hitam, dan kanguru pohon mantel emas.

  1. Papua sebuah “Laboratorium Bahasa”

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa di Papua terdapat 268 bahasa daerah di luar Bahasa Indonesia yang digunakan dan dikembangkan oleh berbagai suku yang terdapat di sana. Hal inilah yang membuat para peneliti di Amerika dan Eropa menyebut tanah Papua sebagai laboratorium bahasa.

  1. Tradisi menginang/nyirih.

Menginang/nyirih merupakan sebuah tradisi yang ditemukan dari wilayah paling barat hingga wilayah timur Indonesia. Sama dengan wilayah lainnya di Indonesia, masyarakat Papua juga menjadikan budaya makan pinang/sirih sebagai sebuah tradisi turun-temurun yang digemari dan dijadikan sebagai sebuah simbol kebersamaan dan kekeluargaan.

Sedikit berbeda dengan wilayah lainnya yang pada umumnya, makan pinang/sirih hanya dilakukan oleh orang tua atau orang dewasa saja, di Papua justru tradisi ini digemari oleh semua kalangan, bahkan anak-anak juga tidak akan ketinggalan untuk urusan makan pinang/sirih.

  1. Batik papua

Siapa bilang batik hanya milik wilayah Jawa saja? Papua juga memiliki batik dengan beragam motif dan warna yang menarik. Pada umumnya batik Papua mimiliki corak yang khas sesuai dengan beragam kekayaan alam dan budayanya, seperti: cendrawasih, ukiran patung, dan beragam motif menarik lainnya.

  1. Jayapura telah berulangkali ganti nama

Jayapura yang merupakan ibukota dari Papua adalah ibukota propinsi yang terletak di wilayah paling timur Indonesia. Kota ini telah berulangkali berganti nama hingga akhirnya menjadi Jayapura. Sebelumnya nama kota ini adalah: Numbai, Hollandia, Kotabaru, dan Soekarnopura.

Nah itulah 10 fakta unik tentang Papua yang mungkin sebagiannya belum kamu ketahui. Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu kita harus berbangga hati atas kekayaan alam Indonesia yang tersebar di Papua. Jadi kapan kamu berniat mengunjungi salah satu Pulau keren yang ada di Indonesia ini? Atau sudah pernah? 🙂

Baca Juga: Bambu Gila, Tarian Mistis Penuh Makna

No more articles